Everton, Sang Kuda Hitam Liga Primer Inggris

klub kuda hitam Everton

Trailerinabag – Bicara soal kompetisi sepak bola yang paling berkelas di dunia rasanya tidak salah jika menyebutkan Liga Inggris atau Primer League.  Salah satu liga sepak bola yang dihuni oleh klub-klub berkelas dan para pemain top dunia. Salah satu klub besar dan hebat adalah klub asal Kota Liverpool yaitu klub kuda hitam Everton. Klub yang selalu identik dengan sebutan The Toffees ini memiliki sejarah panjang sepak bola Inggris.

Klub yang menjadi rival sekota kesebelasan Liverpool ini lahir pada tahun 1878 dengan nama asli St. Domingo FC. Agen poker online Klub yang sudah memasuki usia ke 139 tahun ini merupakan klub legendaris dari dataran Inggris. Sepak terjangnya sudah tak perlu diragukan lagi, klub kuda hitam Everton tercatat sebagai salah satu klub yang paling lama mengikuti kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris.

Semenjak berdiri, klub kuda hitam Everton menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Kompetisi Sepakbola di Inggris setelah sepuluh tahun keberadaannya. Sebagai salah satu klub pendiri akhirnya The Toffees menjadi kampiun di kompetisi tersebut di tahun 1891. Kesuksesan periode emas kejayaan ini dibuktikan dengan rengkuhan 2 kali juara liga dan serta sekali mengangkat trophy Piala FA.

Namun kejayaan tersebut tidak berlangsung lama, dan klub kuda hitam Everton menjadi klub yang puasa gelar cukup lama hingga akhirnya di tahun 1960-an klub ini mulai memperlihatkan tajinya kembali. Di masa 1960-an ini kesebelasan yang bermarkas di Stadion Goodison Park ini sukses dengan dua kali juara liga dan sekali memperoleh gelar jawara Piala FA di bawah asuhan pelatih Harry Catterick.

Sayang selepas pensiunnya Catterick, kejayaan klub kuda hitam Everton kembali tenggelam karena penerus kursi kepelatihannya tidak bisa mengulang kesuksesan kembali. Hingga akhirnya muncul sosok pelatih bertangan dingin yang bernama Howard Kendall. Sejak tahun 1981 klub ini mulai unjuk gigi lagi dengan torehan satu piala FA di tahun 1984 serta dua gelar liga di tahun 1985 dan 1987.  Bahkan di kancah Eropa Everton juga sempat mencicipi babak semifinal Piala Winner di tahun 1985.

Kejayaan klub kuda hitam Everton mesti menemui kenyataan pahit ketika ada sanksi lantaran Tragedi Haysel yang memaksa klub-klub negeri Ratu Elizabeth tidak bisa manggung di kancah Eropa. Hingga di tahun 1990 sang manajer legendaris Kendall kembali berlabuh di klub ini. Namun sayangnya kejayaan di masa 1980-an tidak bisa terulang kembali. Hingga kejayaan klub kembali dan hanya duduk sebagai klub medioker di dataran Inggris. Bahkan di tahun 2001-2002 hampir saja terdegradasi.

Beruntung dengan kedatangan manajer David Moyes klub kuda hitam Everton lolos dari jurang degradasi dan bahkan di musim selanjutnya finish di peringkat 7 Liga Primer.  Di musim selanjutnya manajer Skotlandia ini bahkan membawa Everton masuk Liga Champions Eropa. Hingga kini di bawah asuhan Roenald Koeman klub dengan kostum warna biru ini dikenal sebagai klub pengganggu klub-klub papan atas.

Situs Berita Sepakbola Terupdate dan Terpercaya © 2017